Pages

Showing posts with label musik Indonesia. Show all posts
Showing posts with label musik Indonesia. Show all posts

11/13/2012

H-1

Saat saya menulis ini, tanggal di kalender sudah berganti menjadi 13 November. Artinya, masih ada waktu 1 hari lagi tersisa untuk voting musisi dan lagu favorit kalian di ajang Indonesia Cutting Edge Music Award (ICEMA) 2012!

Bagi yang belum pernah mendengar tentang ajang ini sebelumnya, bisa langsung melipir ke laman ini dan membaca sejarah serta serba-serbi ICEMA. 

Perkenalan pertama saya dengan ICEMA sendiri terjadi pada 2010 silam. Dilihat dari namanya saja, sudah jelas penghargaan yang ditujukan bagi musisi-musisi yang bergerak di jalur non-mainstream ini berbeda dibandingkan penghargaan musik lain dari acara musik televisi pagi hari. 

Tahun 2010, saya tahu mengenai ICEMA. Pada tahun 2011, saya hilang kontak. Tidak mengikuti dan tidak mendengar kabar apapun. Ternyata tahun kemarin ICEMA memang tidak diselenggarakan. 2012, kini, saya dipertemukan kembali. 

Dan boleh dibilang saya senang sekali melihat banyak lagu dan musisi yang masuk nominasi ICEMA 2012. Mulai dari nama-nama yang familiar di telinga saya, nama-nama yang belum terlalu saya kenal, hingga nama yang 100% baru. Terdapat 4 kategori yang terdiri dari Favorite Song, Favorite Group Band/Duo, Favorite Solo Artist, dan Favorite Newcomer. Perlu login dahulu sebelum kamu bisa memberikan vote untuk musisi atau lagu favoritmu, tapi itu tidak banyak berarti (proses login-nya) karena ada banyak pilihan lagu untuk menemani proses penentuan sebelum pilihan ditetapkan.

Satu alasan penting kenapa kamu perlu ikut memberi suara di ajang ini adalah karena musik Indonesia tidak sebatas lagu-lagu yang diputar di acara musik televisi pagi hari. Tidak juga sebatas peringkat di tangga lagu radio populer. Ada banyak, sangat banyak, musisi-musisi di luar jalur itu yang memiliki materi baik dan patut mendapat apresiasi dari pendengarnya. Siapa lagi kalau bukan kita?

Salah satu pilihan saya untuk ICEMA 2012 adalah Stars and Rabbit. Kalau kamu?

5/06/2012

#6 Sewindu

Satu lagu Indonesia lain yang belakangan ini sering beredar di radio. Saya rasa kamu juga pasti pernah mendengarnya.

Judulnya Sewindu alias delapan tahun. Dinyanyikan oleh Tulus, penyanyi pria pendatang baru yang penampilannya mirip dengan salah satu teman kuliah saya.

Satu kejadian membuat persepsi saya terhadap lagu ini berubah, untuk selamanya.

Terima kasih kepada stasiun radio Hard Rock FM, karena merekalah kini setiap mendengar lagu Sewindu saya tertawa dibuatnya.

Bagi yang sudah pernah mendengar lagunya, mungkin bisa sedikit mengerti. Tapi bagi yang belum, ini sedikit cuplikan liriknya.

Sudah sewindu, ku di dekatmu 
Ada di setiap pagi, di sepanjang hari 
Tak mungkin bila engkau tak tahu 
Bila ku menyimpan rasa yang kupendam sejak lama 

Interpretasi saya mengenai lagu tersebut, apalagi kalau bukan tentang hubungan laki-laki dan perempuan yang awalnya berteman lama, lalu ada rasa tumbuh di pihak laki-laki, namun saat ada laki-laki lain yang datang dalam kehidupan si perempuan, perempuan itu lebih memilih orang baru dibanding teman yang sudah lama bersamanya.

Itu interpretasi normal.

Saat mendengar siaran chart musik dalam negeri milik Hard Rock FM, dua penyiarnya bertanya melalui live interview di telepon kepada Tulus, sebenarnya lagu ini bercerita tentang anjing yang setia menunggu pemiliknya bukan, seperti cerita Hachiko yang berasal dari Jepang? Mendengar itu saya langsung tertawa terbahak, karena benar adanya, bisa jadi lagu tersebut bercerita tentang anjing, bukan manusia. Tapi Tulus mengatakan lagunya bukan tentang anjing.

Interpretasi lain, lagu tersebut bisa jadi tentang hubungan supir dengan majikannya, atau satpam kompleks dengan penghuni rumah di kompleks tersebut.

Nah, kalau menurut kamu, lagu Sewindu itu bercerita tentang apa sebenarnya? :D

#5 Orang Ketiga

Kasih, maaf bila aku jatuh cinta 
Maaf bila saja kusuka saat 
Kau ada yang punya 

Haruskah kupendam rasa ini saja 
Ataukah kuteruskan saja 
Hingga kau meninggalkannya 
Dan kita bersama

Barisan kata yang dilantunkan oleh grup musik HiVi tersebut beberapa hari terakhir ini sering saya dengar melalui radio. Petikan gitar akustik yang dominan di awal lagu bisa menjadi salah satu alasan mengapa lagu ini cepat mendapat hati di telinga music director radio-radio Ibu Kota. 

HiVi merupakan kuartet pendatang baru di dunia musik Indonesia yang baru saja merilis album perdana mereka berjudul SAY HI! TO HIVI! pertengahan Februari lalu di Hard Rock Cafe, Jakarta. Grup yang terdiri dari Dea Azkadi (vokal), Febrian Nindyo (vokal/gitar), Ilham Aditama (vokal), dan Ezra Mandira (vokal/gitar) ini mengusung lagu-lagu pop yang ceria dengan pengaruh kuat warna musik The Groove, seperti yang ditulis oleh majalah Rolling Stone dalam review mengenai album perdana HiVi.

Album perdana mereka yang diproduseri oleh Nino Kayam, salah satu personil grup RAN, mempunyai single andalan Indahnya Dirimu. Orang Ketiga sendiri sudah mulai memasuki chart radio-radio, menjadi tanda bahwa lagu tersebut yang berikutnya mereka lempar ke pasaran.

Dengan judul straight to the point dan lirik yang ceritanya tidak asing buat sebagian orang, Orang Ketiga merupakan calon terkuat lagu yang akan mendapat banyak bantuan sing along dari penontonnya saat HiVi manggung atau bernyanyi live. Catatan lebih, lagu ini menggambarkan perasaan seorang laki-laki, satu sudut pandang baru karena selama ini kebanyakan penyanyi perempuan yang membawakannya.